Sepuluh Pesona Sungai Musi, Tak Lekang oleh Jaman

15
233

Sepuluh Pesona Sungai Musi Tak Lekang oleh Jaman. Kota Palembang mengingatkanku pada Thailand. Kalau Thailand yang terkenal dengan pantai Pattaya — dibelah oleh sungai Chao Praya, Palembang dibelah oleh Sungai Musi. Sungainya sama-sama lebar dan menjadi urat nadi perekonomian warga.

Pesona Sungai Musi
Sungai Musi (dok.pri)

Sungai Musi memiliki lebar antara 250 meter hingga 500 meter. Membelah kota Palembang dengan memisahkan wilayah seberang Ilir dan seberang Ulu. Di atas Sungai Musi ada beberapa jembatan yang mengantarai area satu dengan area lainnya. Bahkan masing-masing jembatan memiliki kekhasan yang menjadi daya tarik para wisatawan.

Jembatan Ampera yang Fenomental

Siapa yang tak kenal Jembatan Ampera di atas Sungai Musi Palembang? Jembatan yang dibangun tahun 1962 menjadi ikonik kota yang dikenal dengan kuliner Mpek Mpek ini. Banyak bersliweran kapal-kapal baik mengangkut penumpang warga sekitar atau penumpang wisatawan.

Baca juga: Lima Wisata Lombok yang Wajib Dikunjungi

Bagian tengah jembatan Ampera bisa terbuka. Saat ada kapal besar dan tingginya melampau jembatan, maka bagian tengah jembatan akan terangkat sehingga kapal bisa melewatinya. Wow banget ya. Tapi kini bagian tengah jembatan gak bisa terbuka lagi. Selain tak ada kapal besar yang melewatinya juga konon sudah berkarat.

Pesona Sungai Musi

Sungai Musi memang penuh pesona. Tak heran bila orang menyebut Palembang, auto orang langsung ingat Sungai Musi. So ada apa ya dengan sungai kebanggaan warga Palembang ini?

Saya bersama teman-teman blogger dari berbagai kota di Indonesia sangat terkesan saat berkunjung ke Palembang. Kebetulan kami diundang dalam acara gathering yang diadakan Dinas Pariwisata Kota Palembang.

Pesona Sungai Musi
Bareng sahabat blogger (dok.pri)

Baca juga: Famtrip Palembang dari LRT hingga Kapal Selam

Ternyata nih ada beberapa hal yang membuat Sungai Musi seperti magnet buat para wisatawan. Apa aja tuh? Ini catatan saya:

1. Sungai Musi ikon Kota Palembang

Sungai Musi yang berada di Provinsi Sumatra Selatan ini memiliki panjang 750 KM. Merupakan sungai terpanjang di Pulau Sumatra. Bermuara di Selat Bangka dan berhulu sungai di Pegunungan Bukit Barisan. Karena memiliki panjang dan lebar, sungai Musi jadi identik dengan Kota Palembang.

Pesona Sungai Musi
Sungai Musi dan Jembatan Ampera (dok.pri)

2. Ada Jembatan Ampera

Seperti yang sudah saya singgung di awal, di atas Sungai Musi terbentang Jembatan Ampera yang dibangun tahun 1962. Saat itu Palembang menjadi tuan rumah Asian Games IV. Disisi dua jembatan terpasang jam analog berdiameter 5,5 meter dengan berat 200 kg.

Pesona Sungai Musi
Jembatan Ampera (dok.pri)

Awal dibangun jembatan ini bernama Jembatan Bung Karno berwarna abu-abu. Tahun 1966 berganti nama menjadi Jembatan Ampera (Amanat Penderitaan Rakyat). Tahun 1992 jembatan berganti warna kuning dan akhirnya merah pada 2002 hingga sekarang.

3. Ada Pusat Kuliner

Di tepian Sungai Musi terdapat tempat wisata kuliner lokal seperti Mpek Mpek, Tekwan dan Model. Ada juga warung atau resto kapal apung yang menyediakan menu masakan ikan pindang yang enak. Seperti pindang ikan Patin.

Pesona Sungai Musi
Menu Pindang Ikan Patin (dok.pri)

4. Ada Wisata Kampung Arab

Di Kampung Arab ini kita bisa melihat bangunan lama yang berusia 200 tahun. Lokasinya masuk wilayah 13 Ulu Palembang. Oya dinamakan Kampung Arab Al Munawarah mengambil dari nama tokoh sepuh agama Islam yakni Habib Hadan Abdurahman Al Munawarah.

Pesona Sungai Musi
Salah satu rumah kuno di Kampung Arab Al Munawarah (dok.pri)

Banyak juga rumah panggung yang dihuni warga etnis Arab yang terbuat dari kayu Unglen. Kebanyakan aktivitas warga ya di sepanjang sungai Musi. Wisata Kampung Arab ini diremikan Gubetnur Sumsel Alex Noerdin.

5. Ada Bangunan Bersejarah

Kalau kita menyusuri sungai Musi akan terlihat sebuah benteng di tepian sungai Musi. Itu adalah Benteng Kuto Besak merupakan bangunan keraton pada abad XVIII. Dibamgun oleh Sultan Mahmud Badaruddin I yang memerintah tahun 1724 – 1758.

Pesona Sungai Musi
Benteng Kuto Besak(dok.pri)

Benteng menghadap sungai Musi dengan panjang 274 meter dan lebar 182 meter. Benteng Kuto Besak dikelilingi tembok besar tinggi 9 meter dan tebal 2 meter. Ada sejumlah meriam dari besi dan kuningan.

6. Tempat Mencari Harta Karun

Terlihat di tengah sungai perahu ketek pencari harta karun. Banyak warga sekitar Sungai Musi berpencaharian sebagai penyelam untuk mencari harta peninggalan kerajaan Sriwijaya dann juga peninggalan saudagar Cina.

Pesona Sungai Musi
Kapal pencari harta karun (dok.pri)

Mereka mendapatkan koin-koin, gerabah, senjata dl untuk dijusl. Penyelam tradisional dengan alat sederhana banyakn menemukan peninggalan benda dari Dinasti Tang, Yuan, Ming dan Qing.

7. Pusat Transportasi Air

Dari jaman dulu sejak kerajaan Sriwijaya hingga kini, Sungai Musi dimanfaatkan sebagai sarana transportasi air. Kalau dulu untuk arus lalu lintas perdagangan kini diantaranya untuk angkutan penumpang dari Ilir ke Ulu, angkutan gas dan juga puluhan tongkat yang mengagkut batubara. Termasuk perahu ketek menjadi transportasi utama di Sungai Musi.

Pesona Sungai Musi
Perahu Ketek mengangkut penumpang. (dok.pri)

8. Sungai menuju Pulau Kemaro

Sering dengar nama Pulau Kemaro kan? Ya betul itu sebuah delta di Sungai Musi. Arti Kemaro adalah kemarau. Pulau ini luasnya 5 hektar tapi mampu menarik perhatian.

Pesona Sungai Musi
Pagoda di Pulau Kemaro (dok.pri)

Di Pulau Kemaro terdapat banyak bangunan bernuansa negeri tirai bambu. Antara lain patung Dewi Kwan Im, Pagoda berlantai 9 juga bangunan bernuansa Tiong Hoa. Kalau mau main ke Pulau Kemaro lebih baik saat acara Cap Go Meh yakni acara tahunan budaya Tiong Hoa.

9. Ada Kampung Kapitan

Kampung Kapitan berlokasi di tepi Sungai Musi tepatnya di Kampung 7 Ulu. Merupakan kawasan cagar budaya yang dilindungi. Dulu adalah tempat tinggal warga Tiong Hoa pada masa pendudukan Belanda.

Pesona Sungai Musi
Di gerbang Kampung Kapitan (dok.pri)
Pesona Sungai Musi
Ranjang di rumah kuno di Kampung Kapitan (dok.pri)

10. Sebagai Pusat Ekonomi

Tepian Sungai Musi menjadi pisat aktivitas masyarakat. Selain sebagai jalur transportasi air juga sebagsi tempat bongkar muat barang. Waktu saya ke Sungai Musi juga terlihat banyak kapal ketek sandar menunggu penumpang yang akan ke Pulau Kemaro, Musi Banyu Asin dll

Pesona Sungai Musi
Kapal ketek bersandar di tepi Sungai Musi (dok.pri)

Aktivitas perdagangan sampai kini masih memanfaatkan Sungai Musi. Termasuk pencari ikan baik memancing atsupun menjala. Demikian pula di Pasar 16 Ilir yang berlokasi di sekitar Sungai Musi juga padat sebagai tempat transaksi perdagangan.

 

Nah itulah 10 hal yang menjadikan Pesona Sungai Musi makin terlihat dan tak lekang oleh jaman. Tak hanya indah saat malam tiba berlatar Jembatan Ampera berwarna warni, tapi juga bagai besi berani yang kuat menarik perhatian wisatawan.

So, jadi kapan nih kalian bisa menikmati malam semilir di tepian Sungai Musi yang indah ini?

 

 

 

 

 

15 KOMENTAR

  1. Mbak…jalan-jalannya keren banget…pengen deh someday datang kesana. Jembatan yang fenomenal, kuliner hingga adat istiadat masyarakat sangat menarik dan tak mudah kita lewatkan begitu saja.

  2. Ya Allah, mbak Ernyk… mupeng banget sih jalan-jalan ke sungai musi setelah baca postingan ini ^_^ Blog mbak ernyk udah traveling banget, banyak rekomendasi wisata yang belum terjamah olehku

  3. Wah jadi inget alm.bapak, beliau orang Palembang asli, aku pernah sekali diajak kesana itupun udah lama banget. Mudahan-mudahan kalo ada kesempatan waktu & rezeki, suatu hari nanti bisa kesana lagi, liat jembatan ampera, sungai musi, dll.

  4. Masya Allah Mbak, senang ya bisa mendapat kesempatan jalan-jalan keberbagai daerah di Indonesia. Menikmati keindahan alama, budaya dan juga sejarah setiap tempat yang dikunjungi, pasti membawa kesan tersendiri. Semoga suatu hari bisa juga menjelajah nusantara untuk melihat keindahan alam ciptaan Allah.

  5. Sejak kecil saya selalu terpesona dengan keindahan Jembatan Ampera. Kebetulan, dulu juga saya punya sahabat pena yang berasal dari Palembang. Jadinya kita sering bercerita tentang kota masing-masing dan saya pun semakin penasaran dengan kota Palembang dan semua pesonanya. Qadarallah, sampai sekarang keinginan untuk ke sana belum kesampaian…

  6. Beberapa hal yang pingin yuni kunjungi adalah pulau kemaro, ikut berlayar di sungai musi dan yah, kampung arab sepertinya menarik.

    Dan meski Yuni pernah beberapa kali ke Palembang, yakinlah, yuni belum pernah tu melancong ke tempat-tempat itu. Katrok ya. Hehehe

  7. Dibanding mpek mpek,saya lebih suka tekwan hahaha. Palembang ini mengingatkan ucapan pak helmi yahya,bahwa potret kedamaian akan keberagaman suku etnis budaya dan agama itu ada dipalembang. Semoga segera mendapat kesempatan verkunjubg kesana

  8. Duh, Pulau Sumatra menjadi impianku banget apalagi saat baca artikel ini, makin ngiler nih.
    Ingin rasanya menikmati semilir angin di tepi sungai Musi sambil makan empek-empek Palembang yang lezat itu.

  9. Enak banget ya mbak… bisa jalan-jalan sendiri sama teman-teman blogger. Ini sesuatu yang mewah menurut saya, haha…karena Kalau kaya saya mau pergi harus sepaket, mana paket lengkap lagi! Haha.. ribet dah.

    Kapan kapaannn… semoga Allah memberi kesempatan sampai ke Palembang. Thanks mbak! Nice article

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here