Sepotong Hati Tertinggal di Sembalun Lombok

114
493

Sepotong Hati Tertinggal di Sembalun Lombok. Hai travellers semua….Kalau baca kata Sembalun, ingatan kalian langsung ingat apa ya? Sebuah view indah tentang gunung purba, ingat Rinjani atau ingat Lombok yang eksotik? Waww… Ketiganya bener semua yaa…

Nah medio Febuari lalu atau tepatnya tanggal 17, aku dan teman-teman blogger dari Lombok, Lumajang, Kendal dan Lamongan sepakat untuk ke  Wisata Pusuk Sembalun. Ini adalah tujuan terakhirku sebelum aku pulang ke Malang. Kalau teman yang lainnya masih stay beberapa hari di Lombok.

Eh iya ada blogger dari Jakarta juga tapi sudah pulang sehari sebelum kami ke Sembalun. FYI, kami dah disini sejak tanggal 13 Febuari 2020.. (tempat wisata lainnya yang kami kunjungi nanti di artikel tersendiri, menyusul ya…)

Sesuai kesepakatan, karena Sembalun berjarak sekitar 90 km dari rumah singgah di Mataram, kami tentukan pukul 06.00 harus berangkat. Kami berlima rencana naik tiga motor sewa. Dua motor berboncengan dan satu motor dikendarai satu orang.

Tapi rencana tinggal rencana. What happened? Kami berangkatnya baru pukul 09.00 WITA. Waduhhh…ternyata salah satu diantara kami ada yang punya hobi molorrr…juga lelet. Hobi gini kok ya dipelihara ya, hehe.. Padahal teman ini  sudah dibangunkan lebih awal. Ya sudah…karena kami satu tim, jadi ya tetap kami berempat menunggunya.

Kesel? Hmm gimana ya.. kan dari awal sebelum keberangkaan sudah diwanti-wanti untuk on time. Biar kami bisa mendatangi banyak tempat wisata. Liburan kami, terutama aku dan Mba Malica (dari Lamongan) liburannya liburan singkat. Karena harus ninggal keluarga, terutama anak-anak kami.

Tapi sudahlah…kami anggap itu tantangan juga rintangan. Hihi…ya ini jadi semacam seni liburan bersama, ada aja batu sandungnya. Ya kan? Hehe…

Sepanjang Jalan Disuguhi Hutan Hijau Alami

Orang bilang Indonesia negeri yang indah. Indonesia negeri yang kaya dengan hutan-hutan alami. Aku setuju banget. Dan aku akan bilang sangat rugi kalau teman-teman  belum pernah piknik menikmati alam Indonesia yang wowww…

So… akhirnya kami berlima berangkat dari Mataram ke Sembalun. Lumayan lho jarak tempuhnya kurang lebih tiga jam. Dengan kecepatan yang menurutku sedang sih. Kalau ngebut mungkin bisa 2,5 jam ya…Hehe…

Perjalanan wisata ke Sembalun ini menurutku bikin dag dig dug. Kenapa? Karena ini hari terakhir aku dan Mba Malica berada di Lombok. Kalau waktu pulang dari Sembalun meleset alias molor, jelas berpengaruh pada jadwal kepulangan kami. Bisa-bisa ketinggalan pesawat, dong, hehe…(nanti teman-teman akan tahu, kami berdua ketinggalan pesawat apa gak ya?)

Baca juga: menjejak langkah di wisata gunung kelud

Kami melewati rute dari Mataram ke Sembalun melalui Desa Aikmel, Lombok Timur. Wuihhh jangan tanya ya gimana perjalanan kami. Asikk dan tak habis aku berucap syukur bisa menikmati ciptaanNya. Pastinya indah dan menyenangkan, walau sempat diiringi gerimis tapi kami tetap melaju.

Setelah melewati beberapa desa, kami mulai memasuki area berhawa sejuk. Suhunya kira-kira antara 7-12 derajat Celcius. Beruntung kami pakai jaket yang lumayan tebal.

Jalannya semakin lama semakin meliuk dan menanjak. Tapi untungnya jalan yang dilalui mulus karena berhotmix. Sepanjang jalan, sisi kanan kiri yang ada hutan hijau. Masih rimbun dan terasa alami banget. Tak banyak kendaraan yang lalu lalang hari itu.

Aku yang dibonceng Mas Bima (blogger Lumajang) pas berangkatnya, tak membuang waktu untuk jeprat-jepret cantik. Aku hanya bisa berdecak kagum sama hutan yang menghijau banget. Sampai gak sadar memori hp-ku full, padahal belum tiba di tujuan utama Wisata Pucuk Sembalun. Duh…

Setelah menempuh perjalanan tiga jam sampailah kami di area wisata Pucuk Sembalun. Kami disambut hujan yang lumayan deras. Jadi kami menepi di warung kopi yang banyak berjejer di lokasi tersebut. Selanjutnya bisa ditebak dong, kami berlima ngupi-ngupi sambil menunggu hujan reda. Sekitar Sembalun tampah putih berkabut tebal. Dingin menggigit kulit.

Sembalun Menyapaku Dengan Keindahannya

Wisata Pusuk Sembalun berada di kaki Gunung Rinjani dengan ketinggian 1250 MDPL. Sembalun masuk wilayah Lombok Timur yang berlokasi 40 Km utara Selong. Sedangkan Selong adalah ibukota Lombok Timur.

Untuk menuju Sembalun sebenarnya ada 2 rute yakni yang kami lewati via Desa Aikmel. Rute lainnya melalui desa-desa di Kecamatan Tanjung yang berjarak 113 Km dari Mataram. Nah dari 2 rute tersebut merupakan jalur pendakian Gunung Rinjani.

Baca juga: aksi darling penanaman cemara gunung di kawah ijen

Ehh jadi ingat…dulu aku pernah punya keinginan nanjak ke Rinjani lho. Tapi rasanya dengan usiaku yang setahun lagi setengah abad, gak mungkin kuat yaa… Jadi sebagai obat penawar keinginan itu, cukup sampai  Sembalun saja. Sudah cukup puas. Alhamdulillah yaa…

Btw…habis ngupi-ngupi dan nge-mie di warung, tak lama hujan berhenti. Woww ..keindahan Sembalun langsung tampak. Dataran tinggi berbentuk kerucut menghijau menggoda pandangan kami.

Kami semua semburat keluar warung. Memandang takjub ciptaan Allah. Duh Gusti benar-benar kuasaMU tak terpungkiri. Lekukan gunung sangat eksotis. Begitu nyata di depan kami. Aduh kok sulit buat menjelaskan ya…

Auto aku narsis dong. Aku yang tadi sempat hapus foto-foto lama, bisa ambil beberapa spot Sembalun. Giliran pengen foto lebih banyak, gak bisa! Duh penuh lagi memori hp-ku. Jadinya ya minta tolong Mas Zain (blogger Kendal) yang bawa kamera. Jeprat jepretnya gantian. Begitulah seharusnya tim, hihi…Saling support dan saling membantu kan?

Kami bertiga (aku, Mba Malica dan Mas Zain) sepuasnya narsis. Berlatar gunung, beraksi di jalan yang sepi hingga bergaya dengan kain khas Lombok. Hmm…aku lihat hasilnya bagus. Cakeppp dehh…cakep latarnya, hihi…(Sayangnya sampai artikel ini publish, foto-foto cakep itu belum satupun dikirim Mas Zain buat kami. Jadi foto yang ada aja yaa…)

Puas foto-foto berlatar gunung, kami bertiga bergeser ke spot gardu pandang. Disini kami membayar 5K per orang. Ehh ternyata Mas Ilham dan Mas Bima lagi asyik hunting foto. Aku ikutan juga secara hp ku full.

Dari gardu pandang ini terlihat dari jauh Desa Sembalun Bumbung yang terkenal itu. Aduhhh… sayangnya waktu mepet jadi kami tak sempat menuju kesana. Cukup berfoto berlatar desa yang kelihatan dari kejauhan. Ya difoto hp Mas Bima dan Mas Ilham, juga kamera Mas Zain. Foto bareng juga pastinya. Buat kenang-kenangan.

Sepotong Hati Tertinggal di Sembalun

Sebenarnya aku belum puas sih di Sembalun, berhubung waktu sudah pukul 15.00 mau tak mau kami harus pulang. Pesawat schedule terbang pukul 19.00. Jangan sampai tertinggal ahhh…Hehe…

Dari Sembalun aku dibonceng Mas Ilham. Mahasiswa asal Lombok yang kuliah di Jember ini ancang-ancang waktu. Paling tidak ada space waktu agar aku bisa mampir di rumah singgah untuk mengambil ransel. Kemudian langsung menuju ke bandara. (beruntung aku sudah packing semua, jadi beres…)

Sepanjang perjalanan pulang dari Sembalun menuju Mataram, aku tak konsen. Tapi aku percaya teman-teman pasti bisa mengatasi waktu. Entah ngebut atau ngebut sekali aku sudah tak peduli. Yang penting selamat sampai tujuan dan tak tertinggal pesawat.

Alhamdulillah tiba di Mataram pukul 17.45. Ambil ransel dan pamitan sama Mamak dan Bapak, cuz deh ke bandara. Tahu gak bandaranya lumayan jauh ditempuh 30 menitan. Dan bersyukurlah aku dan Mba Malica tiba dengan selamat di Bandara Zainuddin Abdul Madjid Praya Lombok. Kami berdua diantar Mas Ilham dan Mas Bima.

Beruntungnya lagi pesawat delay satu jam. Andai tak delay, kami pasti ketinggalan pesawat. Hihi…delay yanf mengandung Alhamdulillah bagi kami…

“Begitulah skenario Allah yang tak disangka-sangka. Demi melihat ciptaanMU, kami berani bertaruh waktu”

Ya Allah terima kasih untuk semua kebaikanMU. Rasanya belum puas menatap Rinjani dari Sembalun, tapi berkahMU tetap aku rasakan. Liburan ke Lombok berkesan. Meski sepotong hatiku masih tertinggal di Sembalun. Insha Allah kapan-kapan balik lagi untuk mengambil potongan hatiku…

Promise: Oneday I will come back to Sembalun

 

 

 

 

 

 

 

 

114 KOMENTAR

  1. Baca pargraf pertama kok saya ikutan kesal yah hi-hi-hi
    Beruntunglah semua terbayarkan dengan kesan yang mendalam apalagi sampai hatinya tertinggal di Sembalun, eh

  2. Aku pernah ke Mataram tapi karena buat bekerja jadi cuma bisa piknik tipis-tipis. Nggak sempat ke Sembalun karena berkejaran sama waktu. Alhamdulillah, kalau kulinerannya InsyaAllah khatam, hihihi …

    Oya, nanti kalau mau balik lagi buat mengambil potongan hatinya yang tertinggal, aku menawarkan diri buat nemenin nih, wkwkwk …

  3. Indah banget ya Mbak. Lombok menjadi salah satu tempat wisata yang ingin saya kunjungi juga, semoga dimudahkan ya Allah. Kihat pemandangannya terasa adem dan nyaman ya Mbak. Kayaknya harus lebih lama lagi ya petualangannya.

  4. Sembaluuuun, yampuun ini tempat yang pengen didatengi tapi belum sempet keburu ada pandemi *alesan hihi. semoga lain waktu bisa mengunjungi tempat ini, aamiin. ah pantesan ada yang tertinggal di sembalun hehe

    • Yes mba…ada yg molor hehe…makanya aku bilang blm puas soale blm ke Sembalun Bumbung. Insha Allah balik lg buat ambil potongn hatiku. Hihi…yuk mb kpn bareng jln2…😊😊😊

      • Hahaha…Ku penasaran banget itu gimana rasanya dah hampir ketinggalan pesawat itu…Syukurlah delay ya, ini namanya delay malah bilang Alhamdulillah bukannya Astaghfirullah kwkwk
        Kalau aku mepet gitu dah jantungan hihih

        • Kalau aku sih ngerasanya telat tp kyke gk bakal ketinggalan pesawat mba. Itu kata hati saya jadi deg2 nya gk begitu banget…Iya delay yg mwnguntungkan ya mba, wkwkwk…tp ya sempat lari2 gitu fi bandara…gk sempat futu2 di bndara juga…hihi

  5. Duh enggak banget sama yang masih suka gak on time. Bisa membuat jadwal yang lain berantakan, deh!
    Kayaknya rasa greget itu terbayarkan dengan pemandangan Sembalun yang indah ya, Mbak.
    Dan untungnya lagi, pesawatnya delay, jadi gak ketinggalan pesawat hihihi

  6. Jam 9 yang seharusnya udah sampai, eh ini baru berangkat ya mba. Tak apa, Alhamdulillah sampai dengan selamat dan tidak ketinggalan pesawat. Hehe.

  7. Bacanya sambil dag dig dug ini mbak Ernyk, eh alhamdulillah delay ya pesawatnya. Keren banget ya mbak pemandangannya. Rugi deh kalau gak mampir mumpung di Lombok kan ya. Duh kalau aku pasti gak berani tuh hari terakhir masih jalan-jalan

  8. Aku kehabisan kata-kata deh Indonesia timur termasuk lombok emang banyak banget keindahannya ya k, bikin ga bosen untuk balik terus ke sana. Semoga kapan-kapan saya bisa berkunjung ke sembalun juga jadi pengen liat artikelnya ini

  9. Ya ampun, telatnya sampai 3 jam.
    Dan sabar banget itu teman-teman serombongannya masih mau nungguin.

    Dan baru kali ini bersyukur karena pesawat delay ya mbak hehehe… bisa tarik nafas dulu

  10. Hmmm di sembalun ini juga ada bos saya yang tinggal disana (katanya) dan udah 2 kali saya ga kesampaian jalan ke lombok..hiks sedih.. belum berjodoh jalan ke lombok … mungkin nanti2 kali ya kak

  11. Sepertinya harus masuk bucketlist nih kak..bagus banget pemandangannya .Btw itu bisa camping juga yabdi Bukit Sembalun? Seru pasti ya

  12. Perjalanan yang menyenangkan, apalagi suasana alamnya yang indah. Mata oasti terasa sangat dimanjakan. Itu temannya yang punya hobi lelet itu, parahnyam janji jalan jam 6, tapi akhirnya telah sampai 3 jam

  13. Lombok…. waaaaah dulu aku pengen ke Lombok. tapi cuman pengen doang. gak pernah kesampaian. katanya Lombok lebih indah daripada Bali. gitu kata temenku yang tinggal di Lombok. Kalau balik ke sana ajakin bukne. hehe

  14. sembalun ini cantik ya mba, hebat banget nih motoran di tengah dinginnya udara yang cukup menggigit kulit hehe. Udah gitu bisa nikmati kopi ditengah suasana yang indah dan hijau. Aku belum pernah ke Lombok

  15. Lombok nih, salah satu destinasi wisata yang Dewi inginkan dari 8 tahun lalu, begitu indah ya mbak Erny. Semoga Dewi bisa ke sana juga, siapatau bareng mbak Erny ya, kita ambil sepotong hati dang mengubahnya dengan tambahan cerita manis, ehem:)

  16. Subhanallah mba, foto yang mba share pemandangan view nya bagus banget.
    Ehh,tapi punya teman yang nggak on time itu emang bikin ngeselin alias dongkol ya mba.

    Tapi inti nya meskipun begitu,tetap sabar karena udah 1 tim ya.
    oh ya,aku juga mau dong mba ke Sembalun. agenda mba kapan lagi ke Sembalun ?
    jangan lupa ajak aku dan suami, biar travelling bareng

  17. Hamparan alam Lombok ini sangat indah ya Mbak, tak heran Lombok menjadi salah satu destinasi wisata idaman. Jadi sambil berwisata bisa mentadaburi alam, ciptaan-Nya yang sangat indah.

  18. Wah jadi tau tentang tempat bernama Sembalun nih saya,, Mbak Nyk. Semoga Corona cepat berlalu ya agar teman2 yg nichenya traveling bs jelong2 lagi ke mana2, huhuu… nice share Sis

  19. sembalun ini bukannya yang klo view foto dri atas kelihatan petak2an sawah yang berwarna warni ya mbak?

    aku pernah liat foto2 temen cantik bgt disana,

    sayangnya pas ke lombok aku ga smpet ke sembalun

    • Ya mb itu yg ada petak2 sawah warna warni di Sembalun Bumbung yg aku blm smpat kesana. Mknya sepotong haiku tertinggal di Pusuk Sembalun. Next pengen balik k Sembalun Bumbung

  20. Lihat foto-fotonya brrr…dinging ga sih? Tapi memang jalannya seru yah. Kelok-kelok gitu…
    Aku baru ke Lombok bagian Barat nih. Ke pantai Senggigi. Belum ke gunungnya…

  21. Dengar kata sembalun. Jadi ingat bawang putih. Dulu, suami pernah dikirimkan bawang putih dari sembalun. Katanya byk ditanam Di sana. Pingin banget terjun langsung ke sembalun, apalagi baca tulisan Mbak, duh jdi mupeng banget.

  22. Dengar kata sembalun. Jadi ingat bawang putih. Dulu, suami pernah dikirimkan bawang putih dari sana. Katanya byk ditanam di sana. Pingin banget terjun langsung ke sana, apalagi baca tulisan Mbak, duh jdi mupeng banget.

  23. Pengalaman hampir ketinggalan pesawat itu bikin deg-degan sangat. Saya juga pernah mengalaminya. MasyaAllah. Subhanallah, pemandangannya gelis pisan. Semoga saya juga bisa berkunjung ke sana seperti dirimu ya, Bun ☺

  24. Saya lupa kapan pertama kali mengenal Sembalun, kalau nggak salah saya baca di bukunya siapaaa gitu, padahal saat itu nggak ada foto yang benar-benar menggambarkan lebih detil keindahan Sembalun, tapi entah mengapa sejak saat itu nama Sembalun selalu di hati.

    Semoga nanti bisa berkunjung ke sana, aamiin 🙂

  25. Duh, ikut gregetan nih bacanya. Jadi penasaran dari awal nantinya bakal ketinggalan pesawat atau tidak. Pasti kesel banget ya, nungguin temennya. Emang kalo pergi bareng tuh, pasti ada yang lelet dan suka molor. Hu, hu…

  26. Wau bagus Mbak pemandangannya, ingin rasanya ikut menjejakkan kaki di Lombok, nggak habis fikir di pegunungan yg terjal begitu tapi jalanya tetap mulus, salut untuk pemerintah daerah setempat 🙂

    Dengan bagusnya sarana dan prasarana semoga tambah banyak wisatawan lokal maupun asing sehingga bisa menjadi aset untuk Indonesia.

  27. Wah, ada tempat seindah ini di Lombok. Sembalun, masih hijau dan asri. Suka lihatnya. Saya belum pernah main ke Lombok. Hehe paling jauh ke Bali. Itu pun udah lama pas fieldtrip kampus sama honeymoon abis nikah. Duh, kangennya aku sama traveling. Moga keadaan cepat membaik, ya. Aamiin

  28. Wah, puas tenan ya Mbak jalan-jalan ke Lombok kemarin. Aku yang baca postinganmu aja terkagum-kagum dan jelas aja lagsung pengin. Lombok cantik banget. Beneran memikat. Oneday I’ll go there. ke Rinjani kalau bisa, hehe

  29. Hiks kalo baca postingan jalan-jalan begini, bikin makin kangennn piknik euiii! Semoga wabah corona ini segera berakhir, biar orang-orang bisa kerja normal lagi, bisa cari penghidupan lagiiii, bisa cari duit buat jalan-jalan lagiiiii

  30. Sayang banget ya mbak, pas ke sana kok ya ujan. Saya belum pernah ke situ sih. Tapi sepertinya menarik. Kalau nggak ngapain mbak jauh-jauh motoran ke sana kan

  31. Judul tulisannya kayak judul film, Mbak.
    Subhanallah, pemandangannya cantik banget, pantaslah sepotong hati Mbak, tertinggal di sini.

    Doa yang sama, semoga suatu hati bisa menginjakkan kaki di Sembulan nan menawan ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here