Menyusuri Indahnya Goa Barat Jatijajar

2
349

Menyusuri Indahnya Goa Barat Jatijajar. Gelap dan dingin.  Itulah kesan pertama saat masuk ke Goa Barat Jatijajar Kebumen,  Jawa Tengah. Goa yang membetot perhatian saya kini berada di depan mata.  “Bermain” di perut bumi dengan penerangan minim–hanya dari headlamp dan senter–sungguh melahirkan sensasi yang luar biasa.

Bersama RM atau Rainbow Moms (komunitas ibu-ibu penyuka travelling asal Jakarta) saya menikmati dinginnya air sungai bawah tanah. Menyusuri goa atau biasa disebut Caving, kami harus memakai peralatan standar. Alat itu seperti helm, sepatu karet, jaket pelampung dan kaos tangan. Termasuk headlamp sebagai penerangan wajib dIlengkapi.

Yuk ikuti ceritaku yang ngeti-ngeri sedap berada di dalam bumi. Takut gak sih? Serem gak sih? Simak terus pengalamanku menyusuri indahnya Goa Barat Jatijajar.

Persiapan Caving Goa Barat Jatijajar

Teman-temen untuk melakukan penyusuran di perut bumi, selain persiapan fisik juga dibutuhkan persiapan peralatan ya. Semua itu harus dan wajib peserta persiapkan agar perjalanannya tak mengalami kendala.

Sebelum masuk ke goa, seorangguide memberi briefing. Guide meminta agar pengunjung mematuhi peraturan seperti tidak diperkenankan merusak pipa-pipa air. Pipa tersebut adalah pipa air dari sumber mata air yg digunakan untuk penduduk sekitar. Juga diingatkan para peserta untuk tidak memisahkan diri tetap dalam formasi kelompok.

Usai berdoa kami mulai menapak jalan yang agak menanjak. Tapi kami tetap semangat meski hampir 90 persen peserta adalah emak-emak. Sambil melangkah kami tetap santai mengikuti langkah guide.

Sekitar 10 menit kami tiba di mulut goa. Gelap pasti. Seorang guide yamg membawa penerangan  masuk terlebihi dahulu. Selanjutnya kami mengikuti langkahnya menuruni jalan tanah yang basah.

Perut Bumi yang Amazing

Setelah kami rehat sebentar slang 15 menit kemudian  kami mulai menyusuri sungai dalam goa. Instruksi dari guide kami hanya diperbolehkan untuk jalan dipinggir. Dengan berpegangan batuan kami terus berjalan menyibak air sungai. Awalnya air sungai sebatas mata kaku. Tapi semakin lama semakin dalam, bahkan kepalaku sempat masuk dalam air. Beruntung masih berpegangan tali. Jadi masih selamat ya…

Air sungai tampak kemilau terkena sinar headlamp.Wooowww….luar biasa…akhirnya kami melihat banyak stalagmit dan stalagtit menghias langit dan dinding goa. Bentuknya tak beraturan dengan kelancipan yang beragam. Sungguh membuat mata ini takjub. Bahwa nun di perut bumi ada spot keren yang tersembunyi.

Begitu menikmati penyusuran ini sampai tak punya  pikiran kalau wisata caving ini lumayan beresiko. Seperti adanya binatang melata atau tiba-tiba ada kiriman air dari atas, kemana kami harus berlindung? Padahal sehari sebelumnya, kami nanjak ke bukit Sikunir di kawasan Dieng. Begitu kami turun hujan deras dan ada sebagian tanah yang longsor. Saat itu kami hanya berucap terima kasih ya Allah. Kami dilindungi olehMU…

Semakin jauh kami menyusuri sungai, airpun semakin dalam. Kami saling berpegang tangan, sesekali juga berpegang pada tali yang ada di dinding goa. Sekali waktu pada kedalaman yang melebihi tinggi badan, saya merasa seperti terjerembab dalam air. Pastilah merasa seperti tenggelam. Berkat memakai pelampung jadi bisa meraih tangan seorang teman. Alhamdulillah….

Pengalaman Susur Goa yang Tak Terlupakan

Dalam hidupku bisa jadi masuk dalam perut bumi adalah pengalaman yang tak terlupakan. Kami terus melanjutkan penyusuran sampai ke air terjun dalam goa. Konon dalam Goa Barat ini banyak terdapat air terjun. Bahkan ada yang tingginya hingga 32 meter.

Setelah berkecipak dengan air selama 2 jam sampailah kami di air terjun yang begitu tinggi. Walau begitu view dalam goa keren dan luar biasa cantik. Bahkan diantara kami ada yang narsis dibawah guyuran air terjun. Sesaat kami melupakan perjalanan yang penuh sensasi.

Kami sepakat untuk tidak  melanjutkan penyusuran  ke air terjun yang tinggi. Menurut guide, untuk mencapai kesana masih membutuhkan  waktu 2 jam lagi. Woww….Selain kami sudah kelelahan juga waktu yang tidak memungkinkan. Usai bernarsis kami kembali menyusuri alam goa menuju titik awal keberangkatan.

Kembali dengan rasa syukur bahwa masih diberi kesempatan oleh Allah untuk melongok keindahan alamNYA. Amazing banget lah…

Entah kapan bisa caving kembali. Suatu saat nanti bila ada umur panjang,  kami bakal kembali untuk melihat air terjun setinggi 32 meter di perut Bumi-MU…Insha Allah…

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here