Menikmati Wagon, Pesta Rakyat Jember yang Keren

22
144
Pegon yang membawa Bupati Jember Ibu Faida dan rombongan (dok.Ilham)

Day 5, ODOP ISB

Pariwisata Jember tengah menggeliat. Banyak ide dan kreatiVitas bermunculan untuk menggenjot dunia wisata tersebut. Salah satunya adalah Wagon (Watu Ulo Pegon) Parade tahun 2019. Acara yang diharap mampu menyedot wisatawan lokal maupun mancanegara ini digelar di area sekitar Pantai Watu Ulo Jember, beberapa waktu lalu.

 

Waton Parade 2019 (dok.pri)

Dan nggak nyangka, ternyata saya terpilih jadi salah satu blogger yang bisa menyaksikan langsung acara Waton itu. Seneng pasti. Alhamdulillah pada 22-24 Juni, akhirnya saya bergabung dengan 29 orang blogger nasional dari beberapa kota di Jawa. Wah suatu kesempatan yang menarik lho bisa mengikuti acara yang dikemas dalam Sueger Fam Trip Jember 2019. Acara tersebut disupport oleh Dinas Pariwisata Jember.

Apa itu Waton?

Waton adalah akronim dari Watu Ulo Pegon, merupakan tradisi rakyat Jember yang diadakan setelah lebaran hari ke-7. Dimana warga Jember saling berkunjung satu sama lain dengan mengendarai pegon berhias (cikar /dokar yang ditarik 2 ekor sapi). Kemudian mereka berkumpul di pantai Watu Ulo.

Dalam acara Waton Parade 2019 ini tampil banyak kesenian tradisional. Antara lain Reog Ponorogo, Ta Buta’an, Jaranan, Egrang dan yang lainnya. Juga ada festival bakar ikan, lomba mewarna, lomba posting acara Waton di medsos. Selain itu ada pasar rakyat yang menampilkan UKM untuk mengenal produk unggulannya.

Kesenian tradisional Reog (dok.pri)
Kesenian Jaranan (dok.pri)

Kenapa Beragam Kesenian Tradisional ditampilkan?

Jember adalah kota kabupaten yang tak memiliki masyarakat asli hingga disebut sebagai Pandhalungan. Masyarakat Jember adalah warga pendatang semua, seperti dari Madura, Ponorogo dan kota lainnya. Warga pendatang ini membawa kesenian dari tempat asalnya yang berbeda-beda.

Karena itu di acara Wagon, semua kesenian tradisonal ditampilkan. Ini untuk menggambarkan bahwa masyarakat Jember — meski berasal dari banyak daerah — tapi tetap hidup rukun berdampingan. Demikian Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR saat menyampaikan sambutan di hadapan ratusan warga Jember di Watu Ulo.

Arakan Pegon Berhias pada Waton Parade 2019

Pegon berhias yang mengikuti arak-arakan berjumlah sekitar 60 buah. Pegon pertama membawa Bupati Jember beserta pejabat lainnya. Iringan panjang ini berkumpul di desa Sumberejo untuk kemudian menuju area Pantai Watu Ulo.

Pegon yang membawa Bupati Jember Ibu Faida dan rombongan (dok.Ilham)
Pegon berhias (dok. Rudi Jola Joli)

Baca juga : Eksotisnya Pantai Papuma Jember

Dalam arak-arakan tersebut diawali dengan barisan pengawal dengan busana ala-ala kerajaan. Diikuti oleh permainan tradisional Jawa Egrang dan kesenian Ta Buta’an. Setelahnya iringan pegon pun melintas. Terlihat dalam sebuah pegon membawa sekitat 8-12 orang.

Kesenian Ta Buta’an (dok.pri)

Warga yang bersuka ria dalam pesta rakyat juga membawa gunungan ketupat dan lepet, nasi kuning lengkap dengan lauk yang beragam. Sesampai di lokasi acara Waton bersama warga yang hadir, Bupati Jember berdoa bersama untuk kerukunan semua warganya. Kemudian gunungan ketupat itu diperebutkan oleh warga. Menurut kepercayaan mereka yang mendapatkan ketupat dan lepet akan mendapatkan berkah.

Berdoa bersama Bupati Jember dr.Hj.Faida,MMR (dok.pri)

Saya yang baru pertama kali mengikuti langsung acara pesta rakyat Jember ini pasti penasaran. Tak mau ketinggalan riuhnya berebut ketupat, sayapun ikutan dan berhasil mendapatkan masing-masing satu buah. Alhamdulillah. Antusias warga yang menonton pun ikut berebut ketupat.

Ada acara Kembul Bujono, Apa Tuh?

Kembul Bujono itu adalah acara makan bersama atau makan bareng-bareng. Usai berdoa bersama, semua yang dibawa warga seperti ketupat, lepet, tumpeng nasi kuning dan semua lauk dimakan bersama-sama. Tak ketinggalan, saya dan para blogger pun ikut menikmati sajian makanan dalam Kembul Bujono.

Kembul Bujono (makan bersama)

Ada juga beberapa warga China yang hadir. Mereka adalah pelajar dan mahasiswa yang ikut pertukaran pelajar. Dengan ikut menyaksikan pesta rakyat Jember, diharapkan kedepan bisa mengabarkan pada teman, saudara dan keluarga kalau Jember memiliki tradisi unik arak-arakan Pegon.

Kalau saya pribadi, terkesan banget dengan acara makan bersama. Terlihat guyup banget dan rukun. Bisa melihat langsung acara Waton Parade 2019 ini merupakan salah satu event berkesan dalam traveling saya ke Jember.

Next, kalian yang belum pernah ke Jember sila deh mlipir ke Kota yang dikenal sebagai Kota Tembakau. Banyak tempat wisata menarik seperti Pantai Papuma, Pantai Watu Ulo, Museum Tembakau, Puslit Kopi dan Kakao, BIN Cigaret, Puncak Rembangan dan masih banyak lainnya. So langsung aja diagendakan ya…

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

22 KOMENTAR

  1. Aku suka mbak menyaksikan acara-acara tradisional kayak gini, jadi terlihat betapa kayanya Indonesia dengan keanekaragaman suku dan budayanya. Mantap mbak, menjadi bagian dari saksi acara ini. keren banget

  2. Jember kota yang penuh kreativitas ya mb.. Sebelum acara Waton ini yg sudah lebih dulu terkenal yaitu acara parade fashion Jember (kalau tidak salah..) semoga bisa membawa kemajuan dlm dunia pariwisata Indonesia

  3. Seru ini mba, aku kapan ya ke Jember dan ikut memeriahkan acara ini. Hehe
    Semoga dengan acara ini wisatawan terus berdatangan ya, mba.

  4. Acara pesta rakyat yang seru sekali ya Mbak. Pastinya hepi banget ya Mbak bisa jadi salah satu blogger yang terpilih menyaksikan acara Waten Parado 2019 tsb. Btw baru tahu juga nih kalau Jember gak punya pendudduk asli dan yang menetap di sana semuanya pendatang.

  5. Jember ini sering banget ya mbak bikin event budaya semacam ini. Kreatif-kreatif pula. Rejeki betul kalau bisa dapat kesempatan melihat acara tersebut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here