Air Terjun Jumog yang Indah

11
560

Air Terjun Jumog yang Indah. Pernah dengar nama air terjun JUMOG? Entah apa artinya. Sederhana, tapi siapa sangka kalau Jumog adalah nama sebuah air terjun yang eksotis dan elok. Lokasinya berada di Kabupaten  Karanganyar tepatnya di Desa Berjo Kecamatan Ngaryoso .

Air Terjun Jumog

Saat melangkah disekitar area wisata air terjun JUMOG, tatapan saya malah tertuju pada sebuah kolam renang anak yang tak begitu luas,  mushola dan deretan penjual makanan dan souvenir. Disisi kanan terdapat jembatan kecil dengan air cukup deras. Dalam hati saya membathin,  ini mungkin masih satu alur dengan aliran Air Terjun Jumog

Jalan Bareng Komunitas Rainbow Mommy

Belum lama ini saya bersama teman Komunitas Rainbow Mommy (RM) eksplor wisata lintas provinsi. Mulai dari Jateng,  Jogjakarta dan Jatim dalam tiga hari dua malam. Nah untuk eksplor area Jateng,  Kab Karanganyar adalah tujuan kami.

Air Terjun Jumog

Titik kumpul yang kami sepakati di stasiun Jebres Solo. Saya berangkat sendirian dari Malang dan tiba paling awal pukul  01.00 WIB dini hari.  Sedang teman lainnya berasal dari Jakarta, Bogor dan Bekasi. Sendiri menunggu di stasiun itu ternyata sesuatu yaa. Hehe… Banyak sih penumpang lainnya yang juga menunggu, entah menunggu hari terang atau nunggu jemputan saudara ataupun ortu. Kalau saya  sambil menunggu teman-teman langsung pasang headset , dengar lagu dan molor.  Wkkkwkkk ..

Baca juga: River Tubing di Sungai Klawing Purbalingga

Waktu tak terasa menggelinding dan saatnya rombongan dari Jakarta tiba sekitar pukul 03.00 WIB. Usai mampir untuk urusan bersih-bersih di toilet stasiun, kami semua berkumpul dan cipika cipiki. Maklum ada yang lama gak jumpa.

Oya setiap kali jalan bareng RM selalu bertemu dengan teman yang berbeda. Jadinya seru gitu kalau pada ngumpul. Tahu kan emak-emak ada aja bahan “seminar” saat ketemuan. Hehe…

Jumog Kami Datang …

Hawa Kota Solo dini hari itu segar banget. Eits tapi lama kelamaan jadi lumayan dingin dan membuat urusan kampung tengah kudu diisi. Tapi mana ada wisata kuliner buka dini hari?  Yang buka menurut kami, hanya warung-warung di sekitar stasiun saja.

Ternyata tidak! Ada info kalau wiskul dini hari ada lho di Solo yakni di Gudeg Ceker Bu Kusno (artikel wiskul ini saya tulis terpisah yaa). Tak membuang waktu, kami pun meluncur ke lokasi Gudeg Ceker yang kesohor itu. Kemudian  dilanjut sholat subuh di masjid Jami Karanganyar dan langsung ke lokasi Air Terjun Jumog.

Hari masih pagi benar saat hi ace yang membawa kami memasuki area parkir Wisata Air terjun Jumog. Hawa bersih terhirup segar. Bunyi gemericik air pun terdengar alami. Rasanya tak sabar saya untuk melihat Jumog yang memiliki ketinggian air terjun sekitar 30 meter.

Untuk menuju ke air terjun, kami harus menyusuri jalan setapak kurang lebih 20 menit. Oya kami memilih jalur bawah yang tidak menguras tenaga dan waktu, mengingat masih banyak destinasi yang akan kami kunjungi. Kalau melalui jalur atas info yang saya terima,   akan menuruni sebanyak 116 anak tangga yang berkelok dan curam. Hehe… Kami cari aman dan cepatnya saja.

Air Terjun Jumog yang Asri Alami

Alam sekitar  Jumog memang masih asri. Tetumbuhan hijau di kanan kiri tampak rimbun dan menyegarkan penglihatan. Sungai yang membelah area wisata berair sangat bening hingga pandanganpun tembus ke dasar sungai. Bebatuan yang menyebar dan bertingkat-tingkat, mencipta air terjun mini yang amazing. Buihnya putih memburai saat bersentuhan dengan bebatuan lainnya.

Air Terjun Jumog

Gencaran bunyi air tumpah semakin terdengar, tapi si Jumog elum tampak. Begitu terlihat jembatan yang dibuat sealami mungkin, air terjun Jumog pun menampakkan diri.  Wuihhhh …tinggi, tegap dan gagah. Hehe… Ibarat orang seperti sosok ber-uniform doreng yang terlihat handsome gitu…hehe…

Saya mendongakkan kepala dan percikan air pun menghujani wajahku. Ya Allah… Subhanallah… CiptaanMU membuatku berdecak kagum. Nun diatas sana sebuah tebing tinggi terbelah oleh aliran air yang mengucur deras. Debit airnya gede banget. Jumog yang memiliki  pendamping 3 air terjun ada didepan mataku. 3 air terjun yang mengapit Jumog adalah Klueng,  Kusumajati dan Jubleg.

Air Terjun Jumog

Akses jalan wisata menuju Jumog baru dibangun oleh warga Desa Berjo pada Agustus tahun 2004. Semak belukar yang menutup indahnya Jumog dibersihkan sehingga keindahannya bisa dinikmati oleh dunia luar. Bebatuan yang terhampar dibawahnya menjadi pijakan langkah kami untuk mengabadikan “kegantengannya”. Duh Jumog akhirnya kami  bisa menikmati airmu yang sungguh segar …

Oya menurut saya,   Jumog masuk dalam kategori wisata air terjun yang indah. Selain alamnya masih hijau juga lingkungan sekitar area wisata bersih. Dilengkapi berbagai sarana pendukung lainnya seperti kolam renang dll seperti yang sudah saya sebut di awal tulisan ini.

Pengunjung pun bebas memilih jalur mana yang akan ditempuh, jalur atas atau bawah. Sayangnya saat saya kesana belum ada transportasi umum menuju Jumog. Sehingga pengunjung yang ingin menikmati Jumog harus membawa kendaraan pribadi. Hanya membayar HTM 3rb per orang dan parkir 2 rb untuk  roda dua serta 5rb untuk kendaraan roda empat, kita bisa menikmati  air terjun sepuasnya. Jumog sangat cocok untuk wisata keluarga.

Jadi jangan lewatkan ya bila ke Karanganyar, berkunjunglah  ke air terjun Jumog yang elok ini. Jangan lupa ajak serta keluarga,  pasti jalan-jalannya bakal berkesan.

11 KOMENTAR

  1. Seolah merasakan dinginnya sentuhan percikan air dari curug Jumog ini. Memang di berbagai tempat kita ini banyak lokasi wisata yang belum terekspos ya. Dengan peran serta masyarakat lokal sehingga apa yang seharusnya kita nikmati keindahannya akhirnya bisa kita temukan juga.

  2. Keren ini, Mbak. Salut juga pada emak-emak yang menyusuri air terjun. karena biasanya, curug itu medan susah, Mbak. Minimal ada menanjak dan menurun hehehe. Dan semua terbayar dengan curug Jumog yang keren. Jadi list saya kalau ke Solo nih, Mbak.

  3. Liat postingan kaka yang ini ingat saat beberapa tahun lalu aku camping di bawah air terjun. Rada risky sebenernya tapi seru banget dan super dingin. hii.. Kangen jalan-jalan ke alam lagi.

  4. Mbaaak berani banget ya nunggu di stasiun jam 1 malam sendirian. Hihi. Jauh juga ya ke Solo. Di Malang banyak coban juga ya padahal.

    Aku dah lamaaaa banget gak lihat air terjun. Jadi kangen main ke air terjun nie..

  5. MAsyaAllah iyaa indah beneran mbaa <3 kyaa seger banget lama ngga lihat ijo2 selama pandemi ginii
    Keren ih bisa sampe kesanaaa, pasti perjalanannya juga ngga mudaaah. hihi aku terakhir ke air terjun ampun2an dah hahaa

  6. Keren banget mbak acaranyaa, jadi serasa muda lagi bacanya. Teman dari berbagai daerah berkumpul ntuk main bareng berkunjung ke suatu tempat wisata, apalagi ke air terjun. Puas banget untuk melepas penat nih..

  7. Berada di sekitar air terjun tu biasanya suasananya cenderung sejuk. Aku bahkan pernah sampai menggigil karenanya. Terakhir kali aku main ke ari terjun itu di Malang. Cuban rondo apa namanya ya.

    Tapi air terjun jumog ini keren banget ya foto-fotonya..

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here