S.13: Nikmati Lezatnya Tahu Campur Jagalan Malang

14
42
Tahu Campur P. Iwan (dok.pri)

Kata orang, Malang itu gudangnya kulineran. Banyak bertebaran menu-menu asyik yang mengundang selera. Bukan hanya Bakso Malang, tapi masih banyak lainnya seperti menu Tahu Campur. Meski bukan kuliner asli Malang, tapi setidak ikut serta meramaikan dunia perkulineran di Malang.

Kulineran di Malang rasanya belum lengkap kalau belum mampir ke Tahu Campur Pak Iwan. Tahu Campur ala Lamongan ini,  rasanya enak dan lezat. Tentu saja membuat pelanggan selalu ingin kembali mencicipinya. Bahkan kuliner yang berlokasi di Jagalan Pojok atau  Jalan Piere Tendean Malang ini tak pernah sepi pembeli. Seperti apa sih  makanan yang banyak disukai orang ini? Simak yukkk…

Tahu Campur Pak Iwan Legendaris

Adalah Haji Ichwan pemilik tempat makan di Malang yang cukup dikenal. Mulai berjualan Tahu Campur tahun 1974 dengan gerobak keliling kampung. Awalnya sulit untuk menjajakan dagangannya. Tapi karena tekun dan telaten, semuanya membuahkan hasil.

Seiring berjalannya waktu, bertambahlah pelanggannya. Sehingga sekitar tahun 1980-an, Pak Iwan demikian biasa disapa, memutuskan untuk kontrak tempat sebagai warung Tahu Campurnya. Dan hingga kini masih ditempati memasuki tahun ke-45 berjualan. Legendaris kan?

Warung Tahu Campur P. Iwan (dok.pri)

Tahu Campur, menurut Pak Iwan, sebenarnya makanan asli dari Lamongan. Saat dia berhijrah dari kota asalnya, memang berniat untuk menjual makanan berkuah tersebut. Sangat cocok bila dinikmati malam hari, apalagi  saat Malang berhawa dingin seperti sekarang.

Nah kalau sudah begitu pasti traveler ingin makan yang panas dan pedas kan? Menikmati Tahu Campur Pak Iwan menjadi alternatif yang tepat. Selain bisa mengusir hawa dingin juga bisa mengganjal rasa lapar.

Tahu Campur, Bermacam Bahan Jadi Satu

Menempati ruang berukuran 3×4 meter, dengan kursi plastik hingga ke teras sampai pinggir jalan, tak pernah kosong. Wajar saja karena kuliner Tahu Campur Jagalan ini rasanya sedap. Kuahnya dari kaldu daging dan bumbu-bumbu lainnya.

Kuah Tahu Campur dan daging (dok.pri)

Yang membuat Tahu Campur jadi terasa khas adalah bumbu petisnya. Kata Pak Iwan, komposisi dan takaran bumbu harus pas untuk menghasilkan rasa kuah yang nikmat dan sempurna. “Sampai sekarang masih saya yang meracik bumbu-bumbunya,” kata bapak dari 3 anak ini.

Sedangkan isinya berupa campuran bahan terdiri dari tahu, sayur sla, kentang, so’un,
kecambah, perkedel singkong dan irisan daging khusus yang empuk. Lebih enak lagi jika ditambah sambal dan kerupuk. Siapapun pasti tergoda untuk menyantapnya.

Isian Tahu Campur (dok.pri)

Tahu Campur Pak Iwan menyediakan 2 pilihan yakni porsi biasa dibandrol 13 ribu. Sedangkan lainnya  porsi jumbo dengan harga 19 ribu. Harga yang terjangkau kan? Buka mulai pukul 16.00 hingga pukul 22.00 atau kalau tutup lebih awal biasanya karena kehabisan.

Selain melayani di tempat, pemilik warung juga menerima orderan tahu campur untuk hidangan acara yang digelar perorangan, lembaga ataupun kantor. Seringkali Pak Iwan menyediakan menunya untuk acara resepsi pernikahan. “Hampir seluruh gedung yang biasa untuk acara pernikahan sudah saya datangi semua,” kata Pak Iwan sambil bersyukur.

Haji Iwan bersama istrinya (dok.pri)

Dari hasil penjualan selama hampir 43 tahun, Pak Iwan merasa diberi kemudahan dan kelancaran. Bersama istrinya, belum lama ini menunaikan ibadah haji yang merupakan cita-citanya sejak awal berjualan. Kini keinginannya tak berlebihan agar usaha Tahu Campurnya bisa bertahan selamanya untuk anak cucunya kelak.

Nah gimana mak? Kalau lagi liburan di Malang, jangan lewatkan ya untuk menikmati Tahu Campur Jagalan ini. Pasti emak bakal ketagihan deh…hehe…

Salam Arema,

Nyk Note

#setip
#setipEstrilookCommunity

14 KOMENTAR

  1. Tahu campuuur … sayurnya yang krenyes-krenyes makin menggoda lidah. Aaaaah jadi ngiler. Untung nggak lagi puasa.
    Di Surabaya banyak yang jual tahu campur, mbak.
    Di Bali juga ada beberapa yang jual, tapi disini rasanya belum nemu yang nendang.

  2. Aku luwe, Mbak. wkwkwkwk. Sudah lama nggak makan tahu campur. Di Jakarta mah ada, tapi rasanya ya gitu deh, standart aja. Tetap beda sama yang di Jawa Timur. Usaha kayak gini biasanya bakalan turun-temurun, Tinggal panda-pandainya generasi selanjutnya mengelola.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here