S.5: Coffe Cupping di Amstirdam Bersama Travelingyuk

19
17

Ngupi-ngupi di Amstirdam Coffee (dok.pri)

Tak selamanya kongkow di kafe hanya untuk menikmati rasa kopi saja. Tapi lebih dari itu, ada edukasi perkopian yang didapat dari acara coffee cupping. Belum lama ini media online yang mengusung tajuk wisata  Travelingyuk, mengajak blogger Malang melihat unjuk kebolehan barista Amstirdam Coffe. Simak yuk keseruan acaranya..

Bareng tim Travelingyuk (dok.pri)

Menyeduh Kopi yang Benar

Sudah hal yang lazim di tengah masyarakat kita,  bila  menyeduh kopi harus dengan air mendidih 100 derajat. Padahal menurut barista andalan Amstirdam Coffe, Bang Beni, tidaklah demikian. Aturan yang tepat menyeduh kopi dengan tingkat kepanasan air 100 derajat tapi didiamkan dulu hingga mencapai 80-90 derajat.

Setelahnya tidak serta merta diaduk. Tapi membiarkan zat dalam kopi keluar melalui asap kopi. Kurang lebih 30 detik kemudian barulah ampas yang ada dipermukaan cangkir diambil memggunakan sendok. Ini bila mengkonsumsi kopi tubruk.

Minum kopi yang sehat bukan saat kopi dakam keadaan masih panas. Sebaiknya saat kopi sudah bertemperatur 50-55 derajat. Sebab bila terlalu panas kita tidak bisa mengkonsumsi rasa kopi yang nikmat. Bila tak terlalu panas kita bisa menyesap kopi hingga maksimal.

Amstirdam Coffe, Utamakan Produk Kopi Lokal

Bang Benny juga memberi edukasi tentang jenis kopi yang merupakan andalan kafe yang berlokasi di ruko Suhat ini. Menurutnya, Amstirdam mengutamakan produk kopi lokal seperti Robusta dari Ampelgading, Sumbermanjing, Tirtoyudho dan Dampit. Keempat tempat tetsrbut adalah penghasil kopi di Malang. Tapi pihaknya juga menyediakan kopi luar Malang seperti kopi Bali dan Mandailing.

Kopi jenis robusta biasanya  tumbuh di daerah dengan ketinggian dibawah 900 mdpl. Sedangkan Arabika tumbuh di atas ketinggian tanag 900 mdpl. Mulai proses pemilihan biji kopi hingga roasting, dilskukan semua oleh pengelola Amstirdam Coffe. Namun pengiriman langsung dilakukan oleh suplier.

Untuk cara penyajian kopi, itu tergantung dari selera pelanggan. Ada yang single original, V60 ataupun tubruk. Masing-masing pelanggan memiliki standarisasi indera perasa yang berbeda. Sehingga kopi yang disajikan oleh barista yang sama dengsn jenis yang sama kadang berbeda. Ada yang bilang secangkir kopi itu pahit ada pula yang merasakan keasaman.

Minum Kopi yang Sehat

Mba Tylla memang penikmat kopi sejati. Dalam acara coffe cupping ini, GM Travelingyuk dengan lugas mengatakan bahwa kopi itu bisa menyatukan semua kalangan. Tylla mencontohkan di Kafe Amstirdam ini pengunjungnya membludak. Diantara mereka memiliki berbagai latar belakang. Bisa jadi ada mahasiswa, orang kantoran, pebisnis ataupun lainnya. Dari fakta ini, menurutnya, secangkir kopi di tempat ini bisa menarik perhatian semua orang. Nah disinilah kopi demikian dominan mampu menyatukan mereka yang tak saling mengenal untuk datang disatu tempat.

Terkait seringnya seseorang minum kopi, lahir pertanyaan tentang minum kopi yang sehat itu seperti apa sih? Menurut Tylla, minum kopi yang sehat adalah tanpa gula dan minumnya tidak berlebihan. Standarnya sih 2-3 cangkir dalam sehari.

Nah mak, kalau emak lagi banyak kerjaan habis berapa cangkir buat melekan begadang? Mari edukasi minum kopi sesuai aturan umum ya, biar kita tetap sehat. Kalau emak minum kopi berapa kali dalam sehari?

#Setip
#SetipEstrilookCommunity
#day5

19 KOMENTAR

  1. Wah saya baru tahu soal pembuatan kopi yang benar itu bagaimana dan suhunya berapa. Saya juga baru tahu beda robusta dan arabika. Penjelasan kopi yang tidak bertele-tele, gampang dipahami.

    Tapi… saya belum emak2 sih.

  2. Sebenarnya kopi itu menyehatkan jika diminum tanpa gula. Sayangnya, lambung dan jantung saya nggak kuat, pasti langsung berdetak lebih kencang dan terasa perih.
    Akhirnya nggak berani minum kopi yang benar-benar asli. Paling yg udah campuran macam cappucino gitu. Padahal di sekitar rumah banyakkk banget kafe beginian.

  3. Wah, Keren ini agendanya. Sayang Pas saya gak ikutan. Padahal pengen sih lebih tau dunia perkopian. Nice info nih, Mbak.
    Jadi mupeng pengen tau Amsterdam juga. Pokoe yg diceritain Mbak Erny, saya mupeng melulu, hehe

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here