S.37 : Empat Cerita Mitos Dalam Berpuasa

15
134
Puasa Ramadhan baru saja dimulai. Tak terasa ya waktu  cepat berjalan? Sepertinya baru kemarin kita melepasnya. Kini setahun sudah berlalu, beranjak bulan Ramadhan tahun berikutnya. Ya tahun ini kita menyambut bulan yang penuh berkah ini.
Bulan puasa bagi umat Islam adalah waktu yang tepat untuk mendekatkan diri padaNya. Mencari ridhoNya dengan banyak berbuat baik. Selain menahan lapar dan dahaga, kita juga harus menjauhi segala laranganNya. Hingga kita bisa “melenggang” ringan pada rute puasa hingga tujuan akhir.
Namun terkadang dalam menjalankan ibadah puasa, ada hal-hal yang menjadi “pro dan kontra”. Keadaan itu kerap disebut mitos atau hal-hal yang berbau “katanya”. Disisi lain ada yang menyatakan bahwa keadaan pro dan kontra itu sebagai hal yang nyata dengan dukungan fakta.
Beberapa mitos dan fakta yang muncul  berkaitan dengan pelaksanaan puasa antara lain:
1. Waktu mepet saat makan sahur tiba-tiba bersamaan dengan imsyak.
Mitosnya : makan sahur harus segera disudahi. Kalau masih tetap melanjutkan makan sahur pas waktu imsyak, puasanya jadi batal.
Faktanya : saat makan sahur tiba-tiba terdengar imsyak, tetaplah melanjutkan makan sahurnya. Tidak batal puasanya. Faktanya Rasulullah tidak mengenal waktu imsyak atau 10 menit sebelum subuh. Batas akhir untuk makan sahur adalah adhan subuh.
2. Berkumur dan gosok gigi
Mitosnya : tidak boleh berkumur dan sikat gigi karena bisa membatalkan puasa.
Faktanya : selama berkumur dan sikat gigi airnya tidak terminum dan masuk ke tenggorokan tidak membatalkan puasa. Seperti kita ketahui bersama hal yang membatalkan puasa salah satunya adalah sengaja meminum atau menelan air.
3. Menangis
Mitosnya : kalau menangis atau mengeluarkan air mata bisa nenyebabkan puasa batal.
Faktanya : selama air mata yang meleleh tidak masuk ke bibir dan merasakannya tentu saja tidak membatalkan puasa. Kecuali sengaja membiarkan air mata meleleh dan masuk dalam bibir kita.
4. Mencicip masakan saat puasa
Mitos : mencicip masakan saat berpuasa menyebabkan puasa kita batal.
Faktanya : saat mencicip masakan hanya sampai lidah saja tanpa masuk ke tenggorokan tidak membuat puasa kita batal. Setelah mencicip segera keluarkan rasa itu dengan cara berkumur hingga bersih.
(dok.pri)

 

Dari 4 poin diatas, bagi ibu rumah tangga seperti saya, yang sering dilakukan adalah no 4. Kadang saat memasak rasanya kurang afdol kalau tidak mencicipi. Dengan cara mengambil sedikit kuah ditangan lalu merasakan masakannya. Setelah pas rasanya kemudian dikeluarkan dengan cara berkumur. Masakanpun tetap aman rasanya.

Bagaimana dengan ibu-ibu yang lain, apakah selalu mencicip masakan meski saat berpuasa? Hehe…jangan kuatir ya…menurut sumber yang dipercaya puasa kita tidak batal asal yang kuta cicip seger dikeluarkan atau tidak ditekan. Nah looo, jadi…?#setip
#setipestrilookcommunity

15 KOMENTAR

  1. Masih gagal paham sama mencicipi masakan. Karena walau tidak ditekan pasti merasakan rasanya.
    Mungkin kalau ada hadisnya bisa dipertimbangkan, tapi buat aku sendiri si makan untuk berbuka jika kurang asin atau kurang enak tidak begitu berpengaruh, karena kalau perut sedang keroncongan rasanya nikmat-nikmat saja. Hehe

  2. Saya sih udah tau kalau semua itu mitos. Berkumur dan menyikat gigi memang tidak bikin batal puada, tetapi hukumnya makruh (tidak berdosa tapi tercela). Saya sendiri menyikat gigi sebelum beduk subuh dan setelah betbuka puasa. Saya lebih suka tidak mencicipi masakan saat puasa. Rasa masakannya pake ilmu kira-kira aja deh …😊😊

  3. jadi inget dulu waktu kecil dan lagi puasa, tiap mau nangis selalu dibilangin sama temen, "hayoo…nangis puasanya batal lho…batal lho nanti.." Ya udah, aku nangisnya aku tahan aja buat nanti pas buka. hahaha

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here